OSKM ITB 2013 kali
ini bertema “kearifan lokal”. Apa sih kearifan lokal itu? Kearifan lokal ialah respon terhadap posisi geografis negara kita
sebagai negara maritim dan agraris.penting sekali bukan bahwa setiap orang di
indonesia perlu memiliki kearifan lokal, termasuk kita mahasiswa nih. Yang
katanya akan memimpin bangsa ini nantinya, perlu memiliki sifat kearifan lokal.
Oleh karena itu, OSKM ITB 2013 memiliki sebuah visi, yaitu “semangat
berkemahasiswaan dengan kearifan lokal untuk indonesia”. Kita yang kelak akan
menjadi pemimpin bangsa ini, diharapkan mampu memimpin dan membuat indonesia
menjadi mandiri atas sifat kearifan lokal bahwasanya adalah sifat asli dari
indonesia, sifat yang sudah mendarah daging di indonesia sejak lama.
Nah agar tujuan diatas itu bisa terealisasi kan, OSKM ITB 2013 punya sebuah misi, yaitu membuat para mahasiswanya
memilki pola pikir K3. K3 itu sendiri ialah kreatif, konstruktif, dan kritis.
Dan kegiatan yang dilakukan OSKM ITB 2013 yaitu memberi materi “membentuk pola
pikir k3” bagi mahasiswanya.
Setelah diberi
materi, begini lah menurutku tentang definisi dari pola pikir k3. Yaitu K yang
pertama, Kreatif. Kreatif adalah sebuah sifat yang bersifat menciptakan atau
memakai yang sudah ada untuk menyelesaikan sebuah masalah. Kreatif ini identik
dengan mempunyai banyak ide dalam menyelesaikan sebuah masalah. Nah setelah
kita memiliki banyak ide untuk menyelesaikan sebuah masalah, kita perlu K yang
kedua nih, yaitu kritis. Kritis ialah penelitian yang jeli. Nah kritis ini
berguna untuk menyeleksi banyak ide yang terpikirkan setelah menjadi
kreatif. Kata lain dari kritis ini ialah
pemikiran yang matang, oh apakah ide ini cocok untuk masalah ini? Bagaimana dgn
yang lain? Jadi kita perlu banyak pertimbangan untuk menentukan. Kita perlu
banyak fakta yang diperlukan untuk menentukan itu. Nah seperti itulah kira kira
K yang kedua, atau kritis. Lalu masuk K yang ketiga yaitu konstruktif.
Konstruktif ini ialah sifat atau aksi yang kita lakukan itu harus bertujuan
untuk mempercepat atau memajukan proses penyelesaian masalah, bukannya
bertujuan untuk menghambat, atau menjatuhkan yang lain dengan tujuan tertentu.
Percuma saja bila kita sudah kreatif dan konstruktif, namun kita justru
menghambat sebuah diskusi. Kita malah menjatuhkan orang lain, membuat orang
lain malu, membuat adanya perselisihan. Bukannya menyelesaikan masalah, justru
kita akan membuat masalah menjadi lebih rumit. Dengan menjadi konstruktif,
tentu saja semua permasalahan akan selesai dengan baik. tujuan adanya diskusi
untuk menyelesaikan masalah itu pun pasti akan berhasil.
Seperti itulah kira
kira definisi K3 menurut saya. Sangat penting untuk memiliki pola pikir k3
dalam menyelesaikan sebuah masalah. Dan kita sebagai calon pemimpin bangsa ini
perlu memiliki pola pikir K3. Kita harus bisa menyelesaikan masalah masalah
yang ada indonesia ini. Yang kita tahu, indonesia ini memiliki banyak sekali
masalah yang harus diselesaikan agar tercipta salah satu tujuan negara kita.
Yaitu kesejahteraan masyarakat. Kita yang memiliki pola pikir K3 ini lah yang
sekiranya mampu membuat indonesia ini maju dan bangkit. Tidak hanya mahasiswa
deh, bahkan semua warga negara indonesia ini, perlu memiliki pola pikir K3.
Dengan begitu semua orang bisa baur berbaur, berkerja sama dalam menyelesaikan
masalah yang ada di indonesia. Tidak ada lagi orang yang justru akan membuat
masalah jika semua orang memiliki pola pikir k3.
Dan pada akhirnya,
tidak hanya kita orang indonesia yang perlu memiliki pola pikir K3. Tetapi juga
warga negara bangsa lain yang ingin berkembang. Agar tidak ada lagi negara
miskin atau negara yang terlantar warga negaranya. Kita semua ingin bahwa
setiap negara menjadi negara maju, berkembang bersama agar tidak ada lagi
kesenjangan yang terlalu besar. atau bahkan negara maju sekalipun juga perlu
memiliki pola pikir K3. Agar mau membantu negara negara lain yang perlu
perkembangan. Agar terciptanya tujuan dunia.
No comments:
Post a Comment