Friday, August 23, 2013

Rian Wicaksana (16613080): Review seminar

Pembicara 1 : Gita Wirjawan
Semangat mahasiswa identik dengan kearifan lokal. Kearifan lokal ini terkait dengan kepemimpinan. Perekonomian indonesia kini membutuhkan sosok pemimpin yang mengerti akan kepentingan rakyat dan geopolitik, meskipun saat ini perekonomian indonesia ada di urutan 15 besar dunia.
Sekarang, di abad 21 ini, di era pemerintahan dan perekonomian yang kontra-korupsi ini , indonesia tidak akan bisa menjadi relevan di bidang apapun tanpa adanya moral, dan pluralisme. Indonesia benar-benar membutuhkan pemimpin dengan kearifan lokal, yang tidak menghilangkan identitas indonesia, aktif, berinisiatif, proaktif, dan dapat mengarudakan diri bangsa Indonesia. Untuk menggarudakan bangsa Indonesia maka dibutuhkan kemahiran teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi.
Jika pertumbuhan ekonomi di indonesia mencapai 6 persen pertahun, maka Indonesia dapat menjadi negara maju. Hal ini terhambat oleh perilaku masyarakat indonesia yang konsumtif oleh produk luar negeri, baik produk industri maupun eksportasi budaya.
Tantangan menuju 2030 adalah perlu meningkatkan 60 persen manufaktur tenaga kerja. Saat ini, indonesia terjebak dalam middle income trap. Salah satu jalan untuk terlepas dari jebakan tersebut adalah dengan meningkatkan sifat berbudaya, berusaha, dan berpluralisme.
Terdapat mitos bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia 20 persennya terletak di jakarta, namun pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi di luar pulau jawa sudah meningkat sampai dengan 46 persen dalam 4 tahun terakhir, yang menjadi masalah adalah sisi kesenjangan ekonomi indonesia yang makin tinggi dari tahun ke tahun. Hal ini dapat diatasi dengan industrialisasi dan hilirisasi di luar pulau jawa, terutama daerah tertinggal, tentunya dengan menggunakan teknologi. Untuk menyejahterakan masyarakat tertinggal tersebut, maka indonesia tidak boleh hanya menjadi sekedar penyetor sumber daya alam saja, namun juga menjadi pengolah sumber daya alam. Keadaan perekonomian di indonesia pernah dipersulit oleh sistem pelonggaran liberalisasi pada tahun 2003 yang menyebabkan pedagang asing semakin mudah berbisnis di Indonesia. Akibatnya, kita harus bisa membalasnya dengan cara melakukan perkayaan budaya. Senjata bersaing kita adalah dengan melek teknologi dan peka budaya.  Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka Indonesia dapat dikatakan benar-benar membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab tantangan zaman, juga responsif terhadap permintaan rakyat.

Pembicara 2: Wanadri
                Wanadri adalah suatu organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, penjelajahan, dan ilmu pengetahuan, bakti masyarakat, dan perlindungan alam. Wanadri telah berhasil mendaki 7 puncak di beberapa benua.
                Setelah deklarasi juanda, indonesia memiliki wilayah maritim yang lebih luas dibandingkan masa setelah proklamasi. Luas wilayah maritim di Indonesia bahkan mencapai 70 persen dari total luas wilayah negara Indonesia.
                Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman hayati, memliki garis pantai kedua terbesar di dunia setelah kanada, memiliki lebih dari 17 ribu pulau, sungai dengan beraneka ragam kontur, kawasan karst, dataran salju di daerah khatulistiwa, gunung vulkanik, juga suku bangsa yang beragam yang disebabkan oleh invasi dan akulturasi.
                Wanadri mengajarkan kita untuk sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar akan tujuan

Pembicara 3: Tri Mumpuni
                Integritas dan Kompetensi membutuhkan pengetahuan dan perasaan untuk membaca Indonesia. Jika hanya pengetahuan, maka para intelektual bangsa akan menjadi manusia tanpa empati yang menyebabkan pertumbuhan eksploitasi menjadi tidak terbatas, padahal pertumbuhan itu harus terbatas pada nilai optimal, untuk kepentingan masyarakat lokal, dan daya dukung lingkungan setempat
                Teori socio entrepreneur yang sebenarnya mengatakan bahwa setiap manusia adalah unik, maka ekonomi adalah kegiatan manusia yang mereka sukai dan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Yang dibutuhkan oleh setiap socio-entrepreneur pada keadaan realita adalah pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma investasi berdasarkan pasal 33 UUD 1945, dan pembatasan eksploitasi

Pembicara 4: Saska (Riset Indie)
                Riset Indie adalah proyek penelitian yang dilakukan secara independen. Penelitian yang telah dan akan riset indie lakukan adalah
-          Project polaroid, mengembalikan eksistensi kamer dengan sistem analog instan, namun proyek ini gagal setelah 2,5 tahun dikarenakan biaya yang mahal dan produk yang mudah rusak
-          Project alinea, proyek ini adalah proyek animatronik yang menghubungkan kemampuan robotika dengan seni rupa. Salah satu animatronik yang telah berhasil diciptakan adalah alinea, sang alien wanita. Alinea telah mendapatkan tanggapan positif dari mancanegara setelah kemunculannya di sebuah konser.

-          Angkot day, proyek ini adalah proyek terbaru dari riset indie dan akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2013. Angkot day ini bertujuan untuk menciptakan suasana angkot yang nyaman, aman, tenang, dan tanpa ngetem.

No comments:

Post a Comment