Wednesday, November 20, 2013

FAUZAN NAUFAL RAMADHAN
16513362



7 JUTA

Intel LGA 1155 (1.234.000)                     Intel i3 3240 BOX (3.5 Ghz, C3Mb) intel LGA 1155
MB, Intel 1155  (780.000)                        Gigabyte GA-H61M-S2P R3 intel Socket 1155
Memory DDR3 (559.000)                        Corsair CML4GX3M1A1600C9 (1 x 4 Gb) DDR3
Harddisk 3,5 inch (562.000)                     Seagate SATA III 500Gb 7200RPM 16 Mb 3.5 Inch
NVidia PCI Exp. (1.820.000)                   Zotac GTX 650 Ti AMP 2Gb 128Bit DDR NVidia PCI Exp.
Casing Mid. Tower (340.000)                  Cooler Master CMP 102C No PSU
PSU 600 Kebawah    (661.000)               Cooler Master Extreme Power Plus 500W Regular
LCD 19 Inch    (1.055.000)                      LG 19 Inch 19EN33V HDMI Size 19 Inch
Keyboard Mouse (105.000)                     Genius
Speaker (gratis :)   )

Total 7.116.000


referensi www.rakitan.com

Sunday, August 25, 2013

Savira Amalia: Diary OSKM 23 Agustus 2013

Savira Amalia
19813088


23 Agustus 2013
 Jeng-jeng-jeng-jeng, hari-hari OSKM kembali datang. Tepatnya hari ini ada kegiatan seminar dan paginya… ah, bisa dibilang cukup gila. Sebenernya hari ini bisa dibilang gak bawa spek air wudhu yang tepat karena botolnya ditinggal hari apa gitu, tapi akhirnya bawa sih di botol 600ml hehehehe. Awalnya udah takut spek bakal dicek karena waktu tutup mata tutup telinga di saraga, ada suara tas dibuka-buka gitu. Dan darah rendahnya sempet kambuh juga pada saat itu -__- Tapi gak sampe jatoh sih Alhamdulillah.

Benerlah, speknya dicek. Disuruh angkat spek satu-satu. Terus tiba-tiba kakaknya nyuruh ngeluarin helm sni, kue nastar, spion, foto keluarga. Dan kagetnya, ada yang bawa -____- Alasannya ituloh juga enggak banget. Nastar yang mengandung disakarida, helm sni buat pelindung saat mobilisasi, kaca spion buat mobilisasi mundur… ah, ya, gila. Udah kecium sih aroma yang tidak beres, there’re must be some odd things happened when we all closed our eyes. Tapi yaudahlah ya, nikmatin aja omelan kakaknya, udah lama gak di-briefing gini, kangen juga. Terus tiba-tiba kakak-kakaknya mulai tidak beres, ngomong cius lah dan apa lah itu yang ada di n*t tv yang benar-benar tidak saya ketahui sebelumnya -__- DAAAAN kakak-kakaknya itu ternyata bercanda, tuhkan bener. Semua pihak yang membawa helm sni dan kawan-kawannya itu, mereka kakak-kakak yang nyamar dan masuk kelompok, ngakunya angkatan 2013, sampe ada yang ngajak ribut segala sebelumnya. Super sekali. Suuuuperrrrr, pake r. Terus kakak-kakanya ngajak senam pagi dan itu bener-bener… waw. W-a-w. Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tapi beneran ini part terbaik selama OSKM–yang sebenernya belom selesai. Dedikasi terbaik saya pun saya tunjukkan dengan mengikuti senam dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga.

Kegiatan selanjutnya adalah defile OHU dan seminar. Di defile OHU, semua unit ditunjukkin secara sekilas dan itu banyak banget unitnyaa sampe bingung mau masuk apa. Terus juga ada seminar yang menampilkan 4 pembicara yaitu Pak Gita Wirjawan, wakil dari WANADRI, Bu Tri Mumpuni, dan alumni ITB yang merupakan founder Riset Indie yaitu Kak Saska. Wahh bener-bener materinya, nampar banget nget dan pundak rasanya kayak ditimpa sesuatu yang berat. OSKM ini beneran gak berhenti ngingetin kalo kita punya tanggung jawab untuk membangun Indonesia kalau kita sudah sukses (aamiin) nanti. Selesai acara sekitar jam 6-an dan yak kembali ke rumah ketika hari sudah gelap (lagi). Ditambah dengan tugas yang makin menumpuk. Tetep se-ma-ngat kok ya… iya kok.

Savira Amalia: Diary OSKM 22 Agustus 2013


Savira Amalia
19813088

22 Agustus 2013
A-khir-nya! Bisa bangun siang walaupun gak siang banget sih sebenernya. Karena kemaren pulang malem daan Alhamdulillah bisa istirahat cukup. Sungguh sangat terharu dengan keadaan ini. Sebenernya gak tau sih nama kegiatan hari ini apa, taunya cuma SSDK hari ke-2 dan jalan-jalan keliling ITB hahehohaheho. Yak hari ini ketemu lagi sama Kak Bejo dan Kak Abida yang sekali lagi sukses membuat perut sakit karena kebanyakan ketawa. Sedihnya snack yang dikasih hari ini porsinya lebih sedikit dari yang kemarin dan gak dapet makan siang :( Tapi tetep bersyukur banget hari ini kegiatan mulai jam 10 dan jam 3 sudah pulang. Rasanya udah lama banget ngerasain solat ashar-maghrib-isya di kosan dan gak pake ponco plus air 1,5 liter. Sekali lagi, sungguh terharu dengan keadaan yang sangat langka ini–setelah menjalani 5 hari OSKM. Sampe kosan lanjut ngerjain tugas dan malamnya bisa tidur dengan nyenyak :’)

Anilisis (last job)

WAWANCARA
Hasil wawancara kelompok 1 :
Narasumber 1 : 'Warung Gaul' di Jalan Cihampelas
'Warung Gaul' berdiri sejak tahun 2000. Waktuitu, pendapatan yang ditargetkan adalah 50 juta rupiah per hari dan selalu tercapai bahkan lebih. Namun, pendapatan 'Warung Gaul' sejak 2007 tujuh berkurang drastis menjadu 5 juta rupiah/hari sejak adanya Mall Ciwalk. Di sepanjang jalan Cihamplas juga tidak ditemukan toko-toko baru, tetapihanya toko-toko lama yang masih bertahan.
Narasumber 2 : Pak Wawan (warga seitar jalan Cihampelas)
Pak Wawanmengatakan waktu dahulu di jalan Cihampelas sering ada pergelaran senidiCihampelas sehingga jalan Cihampelas menjadi ramai, tetapi pergelaran seni itu tidak ada lagi sekarang. Ditambah lagi sejak dibangunnya Ciwak dan semakin menambah sepi lagi jalan Cihampelas.

Hasil wawancaara kelompok 2 :
Narasumber 1 : pengunjung Ciwalk
Pendapat pengunjung mengenai adanya Ciwalk : suasana di sekitar Cihampelas tetap tidak berubah seperti kemacetannya. Tetapi dengan adanya Ciwalk, membuat Cihampelas lebih baik karena ada pusat perbelanyaan yang nyaman.
Narasumber 2 : pengunjung Ciwalk
Pendapat pengunjung 2 mengenai adanya Ciwalk : letak Ciwalk ini pas tempatnya, jadi seharusnya pedagang sekitar juga tidak bisa protes.

Hasil wawancaara kelompok 3 :
Nasarumber 1 : pedagang di jalan Cihampelas
Sejak ada Ciwalk, pendapatan yang semula 1 juta rupiah/hari turun drastis menjadi 200 ribu rupiah/hari. Warga sudah mencoba protes pada pemerintah tentang adanya Ciwalk karena membuat penghasilan mereka tidak sebanyak dahulu sebelum Ciwalk ada.
Narasumber 2 : pedagang di jalan Cihampelas (Ibu-ibu penjual kaos)
Sejak ada Ciwalk, pendapatan menjadi berkurang setengahnya dibandingkan sebeum ada Ciwalk. Hrapan para pedagang ini adalah jalan Cihampelas bisa seramai dulu lagi.

SOLUSI
Solusi 1 :
Berdasarkan wawancara dengan Pak Wawan, dapat diambilsuatu solusi berupa mengadakan kembali pergelaran seni di jalan cihampelas. Bentuk pergelaran seni yang diadakan adalah membuat panggung di sepanjang jalan Cihampelas sebagai tempat panggung pertunjukan.Hal ini dapat dilakukan dengan cara mem-blok jalan Cihampelas satu hari penuh. Jadi dengan adanya panggung di sepanjang jalan Cihampelas diharapkan toko-toko sekitar bisa terekspose lagi dan jalan Cihampelas kembali ramai.
Kritik : pembuatan panggung yang begitu besar membutuhkan waktu yang tidak bisa sehari jadi dan dipakai. Karenanya setidaknya harus mem-blok jalan selama sekitar 3 hari penuh dan hal ini dianggap kurang efektif. Lalu penge-blok-an jalan Cihampelas juga berisiko membuat jalur-jalur mobil di sekitarnya macet karena Cihampelas merupakan jalan satu arah yang banyak dipakai rute angkot-angkot

Solusi 2 :
Di Dago sering ada car free day. Karena itu car free day bisa diterapkan di jalan Cihampelas juga. Lalu diadakan bicycle-day berupa hari bersepeda bersama denganrute mulai dan akhir di sekitar jalan Cihampelas sehingga di cihampelas dapt menjadi ramai pengunjung yang tertarik juga dengan      adanya bicycle-day.
Kritik : Dirasa kurang efektif untuk membuat jalan cihampelas ramai. Tapi ide ini juga dapat dikombinasikan dengan ide lainnya untuk meramaikan kembali Cihampelas.

Solusi 3 ;
Mempublikasi Cihampelas di media sosial.
Kritik 1 : Namun tidak diketahui apakah barang di Cihampelas berkualitas atau tidaknya.
Kritik 2 : Kebanyakan kualitas barang tidak ditentukan dari mana barang itu dibeli. Tempat pembelian biasanya mempengaruhi gengsi pembeli barang itu sendiri. Seperti Ciwalk dan Cihampelas. Orang biasanya akan lebih bangga untuk membeli barang di Ciwal dibandingkan dengan membeli barang di jalan Cihampelas. Namun ada juga jalan perdagangan yang ber-gengsi karena keunikan dan variasi barangnya seperti di jalan Malioboro-Yogya. Karena itu apabila Ciwalk ingin menjadi ramai kembali, harus ditambah keunikan dan variasa barang-barang yang dijualnya.

KESIMPULAN
Jadi masalah yang kita dapatkan dari observasi mengenai dampak adanya Mall Ciwalk terhadap pedagang-pedagang di sekitar jalan Cihampelas adalah berkurangnya pendapatan para pedagang di sekitar jalan Cihampels dan membuatjalan Cihampelas menjadi sepi pengunjung karena pengunjung terpusat ke Mall Ciwalk.
Solusi hasil diskusi kelompok 116 adalah memperbaiki daerah Cihampelas agar menarik perhatian pengunjung dan mengatasi kemacetannya. Kami tidak menyarankan agar Mal Ciwalk ditutup karena memang lokasi Mal Ciwalk strategis di Cihampelas. Langkah yang disarankan:
1. Pertama-tama yang menjadi masalah malasnya orang ke Cihampelas adalah karena kemacetannya. Karena itu untuk awalnya lebih baik diperbaiki dulu akses ke Cihampelas dengan lebih menertibkan jalan agar tidak macet.
2. Setelah itu, baru membuat pergelaran seni setiap tahun. Bentuk pergelaran seni ini dibentuk dengan mengambil suatu bagian tempat di jaan Cihampelas yang cukup luas. Dengan adanya pergelaran seni tiap tahun diharapkan Cihampelas lebih mempunyai keunikan dan dapat lebih diekspos di media sosial karena memiliki kelebihan tersendiri dibanding tempat perbelanjaan lainnya.


*Foto menyusul

Saturday, August 24, 2013

Genio Odi Putra: Diary OSKM 23 Agustus 2013


Nama              : Genio Odi Putra
NIM                : 16913094
Fakultas         : FTMD

Jum’at, 23 Agustus 2013
            Hari ini saya bangun kembali pukul 4 pagi. Setelah shalat shubuh dan bersiap-siap, saya berangkat pukul 5 lewat 15 menit. Seperti biasa saya menunggu teman saya di dekat Pusdiklat Geologi di Cisitu. 5 menit berlalu, 10 menit, 15 menit, belum muncul juga teman saya itu. Saya SMS tidak dibalas. Rasa kesal sudah mulai merasuki pikiran saya, sebab terpikirkan bahwa OSKM sudah mau dimulai. Sudah jam setengah 6 pun belum muncul juga temanku. Lalu sekitar jam 6 kurang 15 menit baru dia muncul. Kami langsung berangkat tanpa membuang waktu. Kami ingin naik angkot tapi selalu penuh. Akhirnya kami jalan seperti biasa. Sayangnya kami sampai kampus terlambat, sekitar pukul 6 lewat 5 menit. Di dalam satu sisi hati saya ingin sekali menyalahkan teman saya, di satu sisi lain saya tidak semestinya menyalahkannnya. Yasudahlah saya lupakan saja, toh kami sudah terlambat. Lalu kami dimobilisasi ke lapangan Saraga. Disana kami dipisahkan dengan barisan ang lain, sebab kami terlambat. Lalu kami diomeli oleh kakak-kakak berbaju merah. Kami hanya pasrah saja diomli. Akhirnya kami dimobilisasi ke barisan baru. Disana kami melihat kakak-kakak di atas panggung yang menyebutkan spek-spek tugas OSKM yang aneh-aneh. Saat itu saya mulai bingung, sebab saya selalu update facebook OSKM ITB. Tidak mungkin saya idak mengetahui spek-spek tugas yang harus dibawa. Dan ternyata semua itu hanya bercanda. Kakak-kakak yang di atas panggung hanya bersandiwara belaka. Tenangnya hati saya. Lalu kami dimobilisasi ke kelompok masing-masing. Kami pun mulai membuat tulisan raksasa dari ribuan mahasiswa baru lainnya. Kebetulan kelompok saya mendapat huruf “O”. Lalu kami milai berbaris rapi. Selesai difoto kami dimobilisasi ke dalam auditorium Sabuga untuk menjalankan seminar OSKM 2013. Di seminar tersebut saya mendapat inspirasi-inspirasi dari orang-orang hebat cetakan ITB. Kata-kata mereka begitu membekas di hati saya. Setelah seminar selesai semuanya, kami pun dimobilisasi untuk pulang. Hari ini sangat melelahkan, sebab acara baru selesai sekitar pukul 7 malam. Tapi tak apa sebab kebersamaan membuat saya lupa akan rasa lelah yang saya rasakan.

Genio Odi Putra: Diary OSKM 22 Agustus 2013


Nama              : Genio Odi Putra
NIM                : 16913094
Fakultas         : FTMD


Kamis. 22 Agustus 2013
            Seperti biasa hari kumulai sekitar pukul 4 untuk menjalankan shalat shubuh. Tapi bedanya, hari ini fakultas saya pelaksanaan SSDKnya sore hari pukul 3. Senangnya mengetahui berita tersebut. Sehingga setelah shalat saya pun kembali tidur. Saya kembali bangu sekitar pukul 9 pagi. Lalu saya keluar mencari sarapan pagi. Saya memutuskan utnuk membeli sepotong ayam goreng tepung. Lalu tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Jam 2 siang saya berangkat menuju kampus, ke gedung GKU Barat sama seperti kemarin. Seminar SSDK pun dimulai. Dari seminar ini saya mendapat banyak pengetahuan mengenai sistem penilaian akademika di ITB. Setelah seminar di kelas selesai, SSDk dilanjutkan dengan berkeliling kampus. Saat berkeliling saya dijelaskan tentang gedung-gedung di kampus ITB beserta fungsinya oleh kakak-kakak panitia SSDK. Hari ini saya mendapat banyak sekali pelajaran mengenai perhitungan-perhitungan IP dan IPK, juga pengetahuan mengenai gedung-gedung dan fasilitas yang ada di kampus Ganesha.