Friday, August 23, 2013

Wenny Yosselina (16813151): review Seminar

1. 
NaraSumber : Bapak Gita Wirjawan
Bapak GIta menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti kebutuhan rakyatnya sekaligus mengerti situasi perekonomian Indonesis.
Bapak Gita juga mengaskan kekurangan dari Indonesia adalah pada bagian multiplikasi nilai dari beragam hasil sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Seperti contohnya, karena Indonesia tidak mampu mengolah bauksit (bahan Almunium), Indonesia mengirimnya ke Australia dan Jepang yang kemudian dilakuakn multiplikasi nilai terhadap bauksit menjadi alumunium. Mirisnya, almunium teersebut dibeli kembali oleh Indonesia untuk membuat perabotan.
Jadi Indonesia membutuhkan pemuda-pemuda cerdas yang dapat mengelola sendiri sumber daya alam Indonesia sehingga dapat sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat.
Quotes : 
"IF YOU WANT IT, YOU WILL GET IT"
"Jadilah pemimpin yang menjawab tantangan zaman"
2. Nara sumber : WANADRI (Indra)
Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Setelah deklarasi Juanda, luas Indonesia menjadi 3x lipat lebih besar jika dibandingkan saat proklamasi. Hal inni dikarenakan wilayah Indonesia ditambah wilayah lautnya yang diakui. Hal ini semakin mempertinggi potensi alam (terutama laut) dari Indonesia.
WANADRI mengatakan bahwa mereka telah melakukan ekspedisi ke 92 pulau yang merupakan pulau terluar sekeliling wilyah Indonesia. Dan disana mereka meletakkan patung Soekarno-Hatta agarmpulau-pulau tersebut tidak diklain oleh negara lain sebagai milik mereka. Jadi bukti cinta pada tanah air adalah menjaga alam, isi dan keutuhan dari alam Indonesia.
Quote :
Sadar diri, Sadar Lingkungan, Sadar Tujuan.
Doa :
Tuhanku,
jangan matikan kreatifitas kami,
jangan tumpulkna akal sehat kami,
jangan lumpuhkan kemanusiaan kami
3. Nara sumber : Ibu Tri Mumpuni
Manusia harus mempunyai hubungan antara logika dan perasaan agar dapat mampu membaca Indonesia dengan baik. Sebab orang yang logika dan perasaannya tida berhubungan, hanya akan membaca Indonesia untuk dirinya sendiri.
Kita juga diajak untuk menanampa Kewirausahaan Sosial dalam diri kita. Kewirausahaan Sosial yaitu kewirausahaan berbasis pada anggapan bahwa setiap manusia adalah unik dan kesuksesannya tercapai apabila sekumpulan mesyarakat melakukan kerja dengan sebaik-baiknya sesuai keunikannya untuk menghasilkan karya yang semakin baik sehingga berdampak pada perekonomian yang lebih baik.
4. Nara Sumber : Riset.indie (Saska)
Riset.indie bertujuan melakukan suatu ide usaha berbasis riset yang berdampak bagi bangsa dalam bidang teknologi, sosial, ekonomi dan media.
Pengalaman usaha :
-Polaroid : bermula dari berakhirnya eera polaroid ynag diganti kamera ynag lebih baik. Namun kak Saska mencoba membuat komunitas polaroid dan mencoba usaha penjualan kamera polaroid dan kertas film polaroid. Meski usaha yang berlangsung 2,5 tahun itu mengalami kebangkrutan, namun banyak pengalaman berharga yang didapat kakak Saska. Bahwa usaha itu butuh kerja keras dan memang kadang harus gagal dulu.
-Animatronik : memanfaatkan kolaborasi berbagai bidang ilmu, yaitu bidang seni (seni patung) dan teknologi (robotik sederhana). Mendapat respon baik saat dipamerkan. Memberi masukan bahwa kolaborasi ahli-ahli di bidang yang berbeda membentuk karya luar biasa.
-Angkot-day : suatu permasalahan sosial berbentukkemacetandi kota Bandung akibat abnyaknya pengguna kendaraan pribadi. Karena itu Kak Saska dan kawan-kawan Riset.indie merasa perlu untukmelakukan riset mengenai alat solusi dari kemacetan tersebut, yaitu angkot. Kak Saska dan kawan-kawan merencanakan tanggal 20 September 2013 angkot di Bandung (jurusan Kelapa-Dago) akan lebih nyaman dipakai penumpang dan geratis, lalu melakukan pengambilan data mengenai respon para penumpang dari angkot tersebut. Jika tanggapan positif, maka akan diajukan ke pemerintah untuk solusi kemacetan.
Quote :
"Saya jadi saya yang sekarang karena sekolah di ITB"

No comments:

Post a Comment