Seminar Oskm hari ini didatangi oleh narasumber-narasumber
inspiratif serta juga oleh seorang menteri Indonesia. Tak lain dan tak bukan,
Bapak Gita Wirjawan selaku Menteri
Perdagangan Republik Indonesia dan juga ketua PBSI. Beliau mengatakan bahwa
Indonesia merupakan Negara dengan perekonomian terbesar nomor 15 di dunia. Ini
dapat dikatakan sebuah prestasi untuk Indonesia sendiri. Dan apabila kita dapat
meningkatkan perekonomian Indonesia sebesar 8 persen, maka dalam 20 tahun kedepan , negara
kita ini dapat menghasilkan sekitar 60 Triliyun dollar. Tentunya hal ini tak
dapat terjuwud dengan mudah seperti halnya membalikan telapak tangan. Perlu
adanya kerja sama antar berbagai aspek untuk memajukan perekonomian Indonesia.
Bapak Gita Wirjawan juga memberikan sebuah kalinat pemotimasi semangat
mahasiswa baru ITB yaitu, “if you want it, you get it”. Artinya, apa yang akan
kamu dapatkan itu berbanding lurus dengan seberapa besar kamu menginginkannya
dan juga seberapa besar kamu berusaha untuk mendapatkannya.
Setelah seminar yang dibawakan oleh Bapak Gita Wirjawan, seminar
dilanjutkan oleh WANADRI dan Ibu Tri Mumpuni. WANADRI memaparkan seberapa luas
Indonesia tersebut dengan pulau-pulau kecil yang menghiasinya. WANADRI juga
menceritakan berbagai prestasi-prestasi yang telah dicapainya dan juga
aktifitas-aktifitas yang telah mereka lakukan. Seperti, Seven Summit yang
baru-baru ini baru terselesaikan dan juga mendatangi 92 pulau-pulau kecil yang
berada pada garis depan perbatasan Indonesia dan Negara lain.
Ibu Tri Mumpuni menyampaikan seminar yang berjudul “Integritas dan
juga Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan juga Kesejahteraan. Terciptanya
integritas dan kompetensi ini tak lepas dari kolaborasi dari akal sehat(logika)
dan juga perasaan (empati). Tak ada gunanya Teknologi yang diciptakan apabila
tak dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Seminar yang disampakan Beliau
diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh maba yang
berada di dalam ruangan.
Seminar terakhir disampaikan oleh alumni kita bernama Kak Saska. Beliau
memilki sebuag grup atau dapat juga dikatakan sebuah komunitas yang dibangunnya
bersama-sama dengan istri dan teman-temannya. Komunitas ini bernama Riset
Indie. Indie? Bermakna independent. Ya, komunitas ini dibiayai dari biaya
sendiri agar kemudian hari dari apa yang diciptakan Riset Indie ini dapat
menarik para pemilik modal. Salah satu produk atau system yang sedang
dikembangkan oleh Riset Indie adalah Angkot Day. Yaitu, dimana kita dapat
menaiki angkot secara gratis, aman, dan nyaman. Angkot Day ini direncanakan
akan beropasi pada 20 September nanti untuk pengambilan data terhadap respon
masyarakat yang menggunakannya untuk penilaian dan pengembangan system tersebut
kearah yang lebih baik.
No comments:
Post a Comment