Friday, August 23, 2013

Irsal Tri Putra (19913101): Review Seminar

Seminar Oskm hari ini didatangi oleh narasumber-narasumber inspiratif serta juga oleh seorang menteri Indonesia. Tak lain dan tak bukan, Bapak  Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan juga ketua PBSI. Beliau mengatakan bahwa Indonesia merupakan Negara dengan perekonomian terbesar nomor 15 di dunia. Ini dapat dikatakan sebuah prestasi untuk Indonesia sendiri. Dan apabila kita dapat meningkatkan perekonomian Indonesia sebesar  8 persen, maka dalam 20 tahun kedepan , negara kita ini dapat menghasilkan sekitar 60 Triliyun dollar. Tentunya hal ini tak dapat terjuwud dengan mudah seperti halnya membalikan telapak tangan. Perlu adanya kerja sama antar berbagai aspek untuk memajukan perekonomian Indonesia. Bapak Gita Wirjawan juga memberikan sebuah kalinat pemotimasi semangat mahasiswa baru ITB yaitu, “if you want it, you get it”. Artinya, apa yang akan kamu dapatkan itu berbanding lurus dengan seberapa besar kamu menginginkannya dan juga seberapa besar kamu berusaha untuk mendapatkannya.

Setelah seminar yang dibawakan oleh Bapak Gita Wirjawan, seminar dilanjutkan oleh WANADRI dan Ibu Tri Mumpuni. WANADRI memaparkan seberapa luas Indonesia tersebut dengan pulau-pulau kecil yang menghiasinya. WANADRI juga menceritakan berbagai prestasi-prestasi yang telah dicapainya dan juga aktifitas-aktifitas yang telah mereka lakukan. Seperti, Seven Summit yang baru-baru ini baru terselesaikan dan juga mendatangi 92 pulau-pulau kecil yang berada pada garis depan perbatasan Indonesia dan Negara lain.

Ibu Tri Mumpuni menyampaikan seminar yang berjudul “Integritas dan juga Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan juga Kesejahteraan. Terciptanya integritas dan kompetensi ini tak lepas dari kolaborasi dari akal sehat(logika) dan juga perasaan (empati). Tak ada gunanya Teknologi yang diciptakan apabila tak dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Seminar yang disampakan Beliau diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh maba yang berada di dalam ruangan.


Seminar terakhir disampaikan oleh alumni kita bernama Kak Saska. Beliau memilki sebuag grup atau dapat juga dikatakan sebuah komunitas yang dibangunnya bersama-sama dengan istri dan teman-temannya. Komunitas ini bernama Riset Indie. Indie? Bermakna independent. Ya, komunitas ini dibiayai dari biaya sendiri agar kemudian hari dari apa yang diciptakan Riset Indie ini dapat menarik para pemilik modal. Salah satu produk atau system yang sedang dikembangkan oleh Riset Indie adalah Angkot Day. Yaitu, dimana kita dapat menaiki angkot secara gratis, aman, dan nyaman. Angkot Day ini direncanakan akan beropasi pada 20 September nanti untuk pengambilan data terhadap respon masyarakat yang menggunakannya untuk penilaian dan pengembangan system tersebut kearah yang lebih baik.  

No comments:

Post a Comment