Di era modern ini,
setiap mahasiswa harus memiliki pola pikir K3, terkhusus untuk mahasiswa ITB.
Sebenarnya apa kepanjangan dari K3 itu sendiri? K3 adalah kritis, kreatif, dan
konstruktif. Jadi, pola pikir K3 itu sendiri artinya pola pikir yang kritis,
kratif, dan konstruktif. Kritis, kreatif, dan konstruktif ini jelas memiliki
arti yang berbeda, namun mereka harus saling bersinergi dan berintegrasi untuk
membangun mental para mahasiswa masa kini.
Kritis adalah suatu
pola pikir dimana seseorang tidak mudah percaya ataupun mengiyakan terhadap
suatu hal. Mereka lebih memilih untuk menganalisa, mencari sebab dan bukti yang
mendukung dari hal yang mereka terima tersebut. Kritis juga dapat diartikan
sebagai pola pikir yang mendalam tentang masalah atau perihal yang sedang
mereka hadapi.
Kreatif adalah pola
pikir yang cenderung untuk menciptakan suatu hal yang baru, atau bersifat
inovatif. Selain itu, mengubah sesuatu yang sudah ada dan bersifat normal
menjadi suatu yang luar biasa dan bernilai lebih juga dapat dibilang pola pikir
kreatif.
Konstruktif, adalah
pola pikir yang bersifat membangun. Biasanya, orang yang memiliki pola pikir
konstruktif tidak hanya menyelesaikan masalah dengan omong kosong belaka.
Biasanya, mereka menyelesaikan suatu masalah dengan solutif, lalu turun dengan
aksi yang nyata.
Kita, sebagai
mahasiswa, harus memiliki pola pikir K3. Karena kita, mahasiswa adalah bagian
dari manusia dewasa yang independen, tidak berpihak kepada siapapun. Sehingga,
mahasiswa dengan bebasnya dapat menyalurkan aspirasi sebagai bentuk
penyelesaian masalah yang sedang dihadapi dunia modern ini. Penyaluran aspirasi
inilah yang membutuhkan pola pikir K3. Sehingga kita, para mahasiswa tidak
memberikan solusi dari suatu masalah dengan tanpa berpikir panjang, mengikuti
aksi mayoritas dan omong kosong belaka. Tetapi sebaliknya, kita dapat
memberikan solusi masalah dengan menganalisa ke akar permasalahan, mengeluarkan
ide orisinil, dan langsung turun dengan aksi nyata.
No comments:
Post a Comment